Jangan jadikan agama sebagai alat politik

REPORTED BY: Dhuha Hadiansyah

Jangan jadikan agama sebagai alat politik Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif

Tokoh kebangsaan Ahmad Syafii Maarif mengingatkan semua kalangan bahwa agama bukan untuk kepentingan pragmatisme, termasuk bukan untuk meraih kekuasaan melalui tahun politik ini.

"Situasi akan rusak dan runyam kalau agama dijadikan kendaraan politik. Itu `ndak` bener," katanya seusai menjadi narasumber sarasehan kebangsaan yang diselenggarakan komunitas gereja Kevikepan Kedu, Jawa Tengah, di Magelang, Rabu.

Ia mengemukakan bahwa agama sebagai acuan moral di mana para politikus tampil secara beradab dan saling menghargai.

Buya Syafii yang juga Anggota Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila itu, mengemukakan pentingnya terus menerus digaungkan suara-suara yang mencerahkan terkait dengan peranan agama.

"Suara yang mencerahkan itu harus disuarakan terus, jangan diam, sebab kalau diam, seakan-akan mereka yang benar, orang yang mau memperalat agama itu dilawan," ujarnya.

Ia juga mengemukakan kaitan antara agama dan peradaban umat manusia, tentang moral serta semangat bersaudara.

"Agama harus beradab. Kalau kita berbudaya, agama tidak dipakai untuk rendahan, itu agama tujuan mulia, jangan dikotori, perbuatan-perbuatan yang merusak, yang kotor, yang kumuh," kata Syafii Maarif yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Ia juga mengemukakan tentang pentingnya menghindari kampanye politik dalam forum keagamaan.

"Saya kira kalau sudah menyangkut politik kekuasaan itu, orang emosi lebih meraja dari akal sehat, jadi orang menjadi tidak stabil," katanya.

Saat berbicara pada sarasehan kebangsaan bertema "Merangkul Kerukunan, Membingkai Pancasila" itu, Buya Syafii antara lain mengatakan pentingnya setiap orang beragama memegang teguh autentisitas agama guna mewujudkan perdamaian.

Jika setiap pemeluk agama berpegang pada autentisitas agama, ujarnya, akan berkembang semangat saling menolong serta persaudaraan.

"Orang boleh yakin agama masing-masing, tetapi orang lihat orang lain, pendapat yang berbeda, saling menghormati," katanya dalam acara yang juga dihadiri Kepala Gereja Kevikepan Kedu Romo F.X. Krisno Handoyo itu.

mengingatkan semua kalangan bahwa agama bukan untuk kepentingan pragmatisme, termasuk bukan untuk meraih kekuasaan politik.

"Situasi akan rusak dan runyam kalau agama dijadikan kendaraan politik. Itu `ndak` bener," katanya seusai menjadi narasumber sarasehan kebangsaan yang diselenggarakan komunitas gereja Kevikepan Kedu, Jawa Tengah, di Magelang, Rabu (25/04/2018).

Ia mengemukakan bahwa agama harus dijadikan sebagai acuan moral supaya para politisi tampil secara beradab dan saling menghargai.

Buya Syafii yang juga Anggota Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila itu mengemukakan pentingnya terus-menerus digaungkan suara-suara yang mencerahkan terkait dengan peranan agama.

"Suara yang mencerahkan itu harus disuarakan terus, jangan diam, sebab kalau diam, seakan-akan mereka yang benar. Orang yang mau memperalat agama itu dilawan," ujarnya.

Ia juga mengemukakan kaitan antara agama dan peradaban umat manusia, tentang moral serta semangat bersaudara.

"Agama harus beradab. Kalau kita berbudaya, agama tidak dipakai untuk rendahan. Itu agama tujuan mulia, jangan dikotori oleh perbuatan-perbuatan yang merusak, yang kotor, yang kumuh," kata Syafii Maarif yang juga mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu.

Ia juga mengemukakan tentang pentingnya menghindari kampanye politik dalam forum keagamaan.

"Saya kira kalau sudah menyangkut politik kekuasaan itu, orang emosi lebih meraja dari akal sehat, jadi orang menjadi tidak stabil," katanya.

Saat berbicara pada sarasehan kebangsaan bertema "Merangkul Kerukunan, Membingkai Pancasila" itu, Buya Syafii antara lain mengatakan pentingnya setiap orang beragama memegang teguh autentisitas agama guna mewujudkan perdamaian.

Jika setiap pemeluk agama berpegang pada autentisitas agama, ujarnya, akan berkembang semangat saling menolong serta persaudaraan.

"Orang boleh yakin agama masing-masing, tetapi orang lihat orang lain, pendapat yang berbeda, saling menghormati," katanya.

Sisi lain dari haji di Indonesia
Korupsi dalam daging
Relawan JMA rapatkan barisan menangkan Jokowi dua periode
Kubu Jokowi sesalkan ucapan Mardani soal IQ 80
Penuh semangat, emak-emak nyanyi \
Menteri tidak harus mundur untuk jadi tim kampanye Jokowi
Djoko Santoso puji kepintaran Moeldoko
Alasan Jokowi relakan Sri Mulyani tak masuk tim kampanye
Sumber daya alam melimpah di balik ancaman patahan Palu-Koro
Kubu Prabowo tak terpengaruh koalisi Jokowi sudah bentuk tim pemenangan
Ada kandungan babi dan organ manusia, mengapa Vaksin MR boleh digunakan?
Sebagian Muslim ikut lebaran waktu Saudi
Keterlibatan menteri di tim kampanye tanda kesetiaan kepada Jokowi
PKS nilai Jokowi lambat merespons gempa Lombok
Alasan 9 sekjen Koalisi Indonesia Kerja naik moge ke KPU, ikuti tren?
Fetching news ...